Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Ilustrasi - Seorang petani merontokkan padi dengan "rontogan", alat mekanisasi pertanian sederhana yang digerakkan dengan tangan, saat panen raya padi. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/ss/ama/08.
Banyumas, Antara Jateng - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong pemanfaatan lahan milik Perum Perhutani agar bisa dijadikan sebagai lahan pertanian bagi para petani guna mewujudkan kedaulatan pangan.
"Simbiosis mutualisme seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan dan kami akan mendorong dalam pemanfaatan serta pengintensifan lahan-lahan milik Perhutani," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Ganjar saat melakukan panen raya varietas padi jenis Inpago 5 di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang menggunakan "integrated farming system" di lahan seluas 50 hektare milik Perum Perhutani.
"Integrated farming system" merupakan program sinergi antara Pemprov Jateng, Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada dalam rangka mendorong serta mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Jateng melalui penerapan sistem pertanian terpadu di dalam kawasan hutan dan sekitar hutan.
Menurut Ganjar, jika "integrated farming system" ini dapat diintegrasikan di seluruh daerah maka akan banyak lahan Perum Perhutani yang bisa difungsikan untuk bercocok tanam.
"Dalam penerapan sistem pertanian ini, secara ilmu pengetahuan dan pengadaan lahan sudah siap semua," ujarnya didampingi Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar.
Ganjar mengungkapkan bahwa hasil panen padi yang menggunakan "integrated farming system" dengan sistem pengairan tadah hujan ini dapat mencapai 5-6 ton per hektare, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 3 ton/hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berpesan agar para petani ikut menjaga dan tidak merusak tanaman milik Perum Perhutani di sekitar lahan yang digunakan untuk menanam padi.
Sebelum meninggalkan lokasi panen raya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Direktur Perum Perhutani Mustoha Iskandar, dan perwakilan dari Universitas Gadjah Mada menjanjikan bantuan berupa 50 ekor kambing untuk para petani setempat.
"Simbiosis mutualisme seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan dan kami akan mendorong dalam pemanfaatan serta pengintensifan lahan-lahan milik Perhutani," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Ganjar saat melakukan panen raya varietas padi jenis Inpago 5 di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang menggunakan "integrated farming system" di lahan seluas 50 hektare milik Perum Perhutani.
"Integrated farming system" merupakan program sinergi antara Pemprov Jateng, Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada dalam rangka mendorong serta mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Jateng melalui penerapan sistem pertanian terpadu di dalam kawasan hutan dan sekitar hutan.
Menurut Ganjar, jika "integrated farming system" ini dapat diintegrasikan di seluruh daerah maka akan banyak lahan Perum Perhutani yang bisa difungsikan untuk bercocok tanam.
"Dalam penerapan sistem pertanian ini, secara ilmu pengetahuan dan pengadaan lahan sudah siap semua," ujarnya didampingi Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar.
Ganjar mengungkapkan bahwa hasil panen padi yang menggunakan "integrated farming system" dengan sistem pengairan tadah hujan ini dapat mencapai 5-6 ton per hektare, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 3 ton/hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berpesan agar para petani ikut menjaga dan tidak merusak tanaman milik Perum Perhutani di sekitar lahan yang digunakan untuk menanam padi.
Sebelum meninggalkan lokasi panen raya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Direktur Perum Perhutani Mustoha Iskandar, dan perwakilan dari Universitas Gadjah Mada menjanjikan bantuan berupa 50 ekor kambing untuk para petani setempat.
Editor: Mahmudah
Sumber: http://jateng.antaranews.com/detail/jateng-dorong-pemanfaatan-lahan-perhutani-untuk-pertanian-.html
Diposkan Oleh : Intan Lusiana Dewi (13740)

Pradysta Maya H/ 14/365090/PN/13666
ReplyDeletea. Nilai penyuluhan
• Sumber teknologi/ ide
Pemanfaatan lahan milik Perum Perhutani dengan cara "Integrated farming system" dalam rangka mendorong serta mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Jateng
• Sasaran
Para petani yang ada di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas
• Manfaat
Hasil panen dengan integrated farming system dengan sistem pengairan tadah hujan dapat menaikkan jumlah panen mencapai 5-6 ton per hektare, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 3 ton/hektare.
• Nilai pendidikan
Integrated farming system di terapkan di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas untuk menaikkan hasil panen.
b. Nilai berita yang terkandung
• Importance
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong pemanfaatan lahan milik Perum Perhutani agar bisa dijadikan sebagai lahan pertanian bagi para petani guna mewujudkan kedaulatan pangan.
• Policy
"Integrated farming system" merupakan program sinergi antara Pemprov Jateng, Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada dalam rangka mendorong serta mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Jateng
• Prominence
"Simbiosis mutualisme seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan dan kami akan mendorong dalam pemanfaatan serta pengintensifan lahan-lahan milik Perhutani," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis.
• Consequence
Hasil panen padi yang menggunakan "integrated farming system" dengan sistem pengairan tadah hujan ini dapat mencapai 5-6 ton per hektare, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 3 ton/hektare.